Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan

Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan – Pada kesempatan ini admin tongkis.con akan berbagi tentang Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan. Apa itu rumah tangga konsumen? Rumah tangga konsumen adalah individu atau kelompok manusia yang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen. Rumah Tangga Konsumen (RTK) atau biasa disebut rumah tangga merupakan sebuah keluarga yang terdiri atas suami, istri dan anak serta anggota keluarga lainnya, yang setiap hari melakukan kegiatan ekonomi guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Kelompok rumah tangga konsumen berperan melakukan kegiatan sebagai berikut. a. Menyediakan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan skill) dan menjualnya kepada Rumah Tangga Produksi. b. Memperoleh imbalan (kompensasi) atas faktor produksi yang telah diberikan. Imbalan tersebut berupa upah/gaji dari menjual tenaga, sewa dari penyewaan tanah atau gedung, bunga dari hasil jasa modal, dan laba atau keuntungan dari keahlian untuk menghimpun usaha. c. Bertindak mengkonsumsi (membeli) barang dan jasa. d. Membayar pajak kepada pemerintah. e. Membelanjakan penghasilan untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan produsen.

Baca : Pengertian Konsumsi, Tujuan dan Perilaku Konsumen

Hubungan antara rumah tangga konsumen dan perusahan atau produsen yang disebut juga model 2 (dua) sektor. Rumah tangga konsumen memperoleh barang dan jasa dengan cara membeli produk dari perusahaan. Transaksi tersebut menyebabkan terjadinya arus barang dan jasa dari perusahaan ke rumah tangga konsumen melalui pasar. Transaksi tersebut menimbulkan arus uang dari rumah tangga konsumen ke produsen untuk pembayaran barang jasa yang didapatnya. Arus pembayaran itu disebut sebagai pembelanjaan masyarakat. Nilai arus barang atau jasa harus sama dengan nilai arus uang (pembelanjaan).

Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan

Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan

Kita ketahui bersama bahwa perusahaan memerlukan faktor-faktor produksi berupa tenaga kerja, tanah, modal usaha, dan kewirausahaan. Perusahaan memberikan kompensasi atau balas jasa berupa upah atau gaji, sewa, bunga atau deviden, dan laba atas penggunaan faktor produksi dari rumah tangga. Hal tersebut menimbulkan arus faktor produksi dari rumah tangga ke perusahaan yang diimbangi arus uang dari perusahaan ke rumah tangga. Arus uang itu merupakan penghasilan atau pendapatan rumah tangga. Nilai faktor-faktor produksi harus sama dengan nilai arus uang.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan dari admin tongkis.com, semoga bermanfaat. [ts]

Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Perusahaan | admin | 4.5