Pengertian Geografi Lingkungan

Pengertian Geografi Lingkungan – Pada kesempatan ini admin tongkis.com akan berbagi informasi mengenai Pengertian Geografi Lingkungan. Pengertian Geografi Lingkungan adalah ilmu geografi yang mempelajari tentang lingkungan hidup di sekitar manusia baik langsung maupun tidak langsung, jika di uraikan sebagai berikut.

Bidang ilmu Geografi pada dasarnya mempelajari berbagai komponen fisik muka bumi, mahluk hidup (tumbuhan, hewan dan manusia) di atas muka bumi. Kehidupan Manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Pengertian Geografi Lingkungan

Pengertian Geografi Lingkungan

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Demikian pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

1. Unsur Hayati (Biotik)

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan (UU No. 41/1999 tentang Kehutanan).  Sumber daya alam hayati dan ekosistemnya terdiri dari unsur-unsur hayati dan non-hayati (baik fisik maupun non fisik).  Unsur hayati adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, tumbuhan, satwa dan jasad renik.  Unsur non hayati terdiri dari sinar matahari, air, udara dan tanah.  Semua unsur ini sangat berkait dan pengaruh mempengaruhi.  Punahnya salah satu unsur tidak dapat digantikan dengan unsur lain.

Hasil hutan dapat berupa :

  • Hasil nabati beserta turunannya seperti kayu, bambu, rotan, rumput-rumputan, jamur-jamur, tanaman obat, getah-getah
  • Hasil hewani beserta turunannya seperti satwa liar dan hasil penangkarannya, satwa buru, satwa elok
  • Benda-benda non hayati yang secara ekologis merupakan satu kesatuan ekosistem dengan benda-benda hayati penyusun hutan antara lain berupa sumber air, udara bersih, dan lain-lain yang tidak termasuk benda-benda tambang
  • Jasa yang diperoleh dari hutan antara lain berupa jasa wisata, jasa keindahan dan keunikan, jasa perburuan
  • Hasil produksi yang langsung diperoleh dari hasil pengolahan bahan-bahan mentah yang berasal dari hutan yang merupakan produksi primer antara lain berupa kayu bulat, kayu gergajian, kayu lapis dan pulp

2. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)

Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

SDA (Sumber Daya Alam)

Pengertian Sumber Daya Alam Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Baca : Peranan Bioteknologi pada Sains Lingkungan dan Teknologi

Ada beberapa macam sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara. SDA dapat diklasifikasikan menurut beberapa hal. berdasarkan bentuk yang dimanfaatkan, SDA dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  • SDA Materi, yaitu bila yang dimanfaatkan adalah materi sumber daya alam tersebut. contoh : siderit, limonit dapat dilebur jadi besi/ baja
  • SDA Hayati, ialah SDA yang berbentuk makhluk hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. SDA tumbuhan disebut SDA Nabati dan hewan disebut SDA Hewani.
  • SDA Energi, yaitu bila barang yang dimanfaatkan manusia adalah energi yang terkandung dalam SDA tersebut.
  • SDA Ruang, adalah ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya.
  • SDA Waktu, sebagai sumber daya alam, waktu tidak berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatan sumber daya alam lainnya.

Berdasarkan bisa diperbarui atau tidak sumber daya alam dibagi menjadi.

  • Sumber daya alam yang dapat diperbarui ; yaitu sumber daya alam yang dapat di perbarui, sumber daya yang ada terus menerus atau jumlahnya sangat banyak, akan tetapi jika dipakai berlebihan pasti akan habis, contohnya: angin, udara, hewan, tumbuhan, sinar matahari.
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui ; yaitu sumber daya yang jumlahnya sangat tebatas, pembuatan/ perbaruanya sangat lama, contohnya, batu bara, minyak bumi, nuklir,gas alam, mineral.

Demikianlah info singkat dari admin tongkis.com tentang Pengertian Geografi Lingkungan, semoga bermanfaat. [ts]

Pengertian Geografi Lingkungan | admin | 4.5