Pengertian Kliring dan Mekanismee Kliring di Indonesia

Pengertian Kliring – Pada kesempatan ini admin tongkis.com akan berbagi tentang Pengertian Kliring, Dalam mengatur dan menjaga sistem moneter Bank Indonesia mengatur sistem kliring (transaksi antarbank), tahukah kamu apa yang disebut kliring ? Kliring merupakan cara penyelesaian hutang-piutang antarbank peserta kliring dalam bentuk surat berharga pada suatu tempat dan waktu tertentu. Melalui fasilitas kliring akan memudahkan bank dalam menyelesaikan hutang-piutang antarbank. Dalam proses kliring Bank Indonesia bertindak sebagai bank penyelenggara kliring atau sebagai tempat pertemuan peserta kliring. Adapun surat berharga atau warkat dalam proses kliring antara lain: cek, bilyet, giro, nota debet, nota kredit. Untuk lebih memahami kliring, perhatikan Gambar berikut ini:

Pengertian Kliring

Mekanisme kliring pada Bank Indonesia

Keterangan:

(1) Dalam suatu transaksi, nasabah Bank A menerima warkat kliring dari nasabah Bank B.

(2) Nasabah Bank A menyerahkan warkat kliring tersebut kepada Bank A untuk dikliringkan.

(3) Setiap hari kerja pada jam dan tempat tertentu. Bank A menyerahkan warkat tersebut kepada Bank B. Penyerahan ini dilakukan oleh petugas bank tersebut dalam lembaga kliring yaitu personil bank yang khusus ditunjuk untuk itu dan kepadanya akan diberikan tanda pengenal khusus.

(4) Bank B (melalui kliring man-nya) membawa pulang warkat tersebut dan memeriksa kebenaran warkat serta saldo nasabahnya. Bila segalanya benar dan saldo nasabah mencukupi maka rekening nasabah bank B akan didebet (dikurangi) dan oleh bank B sebesar nilai cek/bilyet giro (BG) yang ditariknya serta mengkredit di Bank Indonesia.

(5) Bila tidak ada tolakan (artinya Bank B tidak bersedia membayar oleh suatu sebab tertentu), Bank B akan mengkredit rekening Bank A serta mendapat rekeningnya sendiri di Bank Indonesia.

(6) Bila ada tolakan, maka tolakan tersebut diberitahukan kepada Bank A disertai alasan penolakannya (dengan tembusan ke Bank Indonesia). Warkat tolakan yang dikliringkan tersebut juga dikembalikan kepada penagih (Bank A). Penolakan bisa disebabkan ketidaklengkapan pengisian warkat (cek/bilyet giro), pengisian yang tidak sesuai dengan ketentuan maupun saldo yang tidak mencukupi.

(7) Bank A memberitahukan hasil kliring kepada nasabahnya. Bila tidak ada tolakan maka rekening nasabah bank A akan dikreditkan oleh Bank A.

Baca :

Demikianlah penjelasan singkat tentang Pengertian Kliring dari admin tongkis.com, semoga bermanfaat. [ts]

Pengertian Kliring dan Mekanismee Kliring di Indonesia | admin | 4.5