Pengertian Pasar Input Tenaga Kerja

Pengertian Pasar Input Tenaga Kerja – Pada kesempatan ini admin tongkis.com akan berbagi tentang Pengertian Pasar Input Tenaga Kerja. Banyaknya populasi/penduduk suatu negara belum menjamin kesejahteraan suatu negara. Hal tersebut dapat terjadi apabila penduduk negara tersebut mempunyai kualitas sumber daya manusia yang rendah dan tidak diolah dengan baik. Bahkan pertambahan penduduk tersebut menambah beban negara dan menyebabkan masalah yang besar mulai dari kemiskinan hingga tindakan kejahatan.

Angkatan kerja (labor force) adalah semua penduduk pria dan wanita dalam usia produktif (usia kerja), yaitu berumur 15 −64 tahun, yang sedang bekerja dan mencari pekerjaan. Susunan penduduk menurut umurnya dikelompokkan menjadi:

  • Penduduk nonproduktif (di bawah usia kerja berumur 0 −14 tahun dan di atas usia kerja berumur di atas 64 tahun).
  • Penduduk produktif (usia kerja) berumur 15 −64 tahun.

Angkatan kerja digolongkan menjadi dua, yaitu yang bekerja dan yang mencari pekerjaan. Golongan angkatan kerja yang bekerja digolongkan menjadi bekerja penuh dan yang bekerja tidak penuh.

Bagan penduduk produktif dan non produktif

Bagan penduduk produktif dan non produktif

Penduduk yang termasuk golongan mencari pekerjaan adalah sebagai berikut.

  • Semua orang yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
  • Semua orang yang pernah bekerja, pada saat sensus penduduk sedang menganggur dan berusaha mendapatkan pekerjaan.
  • Semua orang yang dibebastugaskan dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Baca : Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik

Angka ketergantungan adalah jumlah penduduk nonproduktif dalam tiap 100 orang produktif. Semakin tinggi angka ketergantungan penduduk suatu daerah atau negara, semakin berat beban penduduknya. Angka ketergantungan dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.Angka ketergantungan

Angka perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan penduduk usia kerja yang dinyatakan dalam persentase disebut tingkat partisipasi kerja angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini.Tingkat partisipasi angkatan kerja

Sedangkan angkatan kerja dapat dihitung dengan rumus:

Angkatan kerja = Penduduk yang mencari pekerjaan + Penduduk bekerja

Dalam menjalankan produksinya suatu perusahaan memerlukan tenaga kerja.

Sebuah negara dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan juga membutuhkan tenaga kerja seperti guru, dokter, polisi, anggota DPR, hingga presiden. Tenaga kerja merupakan pilar yang sangat penting dalam kemajuan suatu perusahaan/pemerintahan.

Tenaga kerja (man power) adalah jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa.Tenaga kerja dapat dirumuskan sebagai berikut. Suatu negara dapat menjadi sebuah negara yang maju apabila mempunyai SDM/ tenaga kerja yang handal, berkualitas dan berkompeten. Sehingga pemerintah sering melaksanakan tes masuk secara nasional terlebih dahulu sebelum merekrut sejumlah pegawai negeri.

Secara garis besar tenaga kerja dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Tenaga kasar, seperti pemulung dan kuli bangunan.
  • Tenaga terampil, seperti motir, tukang reparasi HP, dan penjahit.
  • Tenaga terdidik, seperti dokter, insinyur, dan guru.

Baca : Mendeskripsikan Pasar Input

Kompensasi yang diberikan perusahaan kepada tenaga kerja berupa upah atau gaji. Penawaran tenaga kerja dipengaruhi oleh permintaan barang yang dipergunakan tenaga kerja yang bersangkutan, termasuk mutu dan kualitasnya. Kurva penawaran tenaga kerja di pasar input tenaga kerja bergerak dari kiri bawah ke kanan atas, yang berarti bahwa pertambahan tenaga kerja di pasar akan meningkatkan jumlah upah tenaga kerja. Bagi tenaga kerja terdidik ada kecenderungan bahwa makin tinggi tingkat upah yang diterima akan makin berkurang penawaran tenaga kerjanya, sehingga kurva penawarannya terbalik (backward bending supply curve). Sampai dengan tingkat upah W2, tenaga kerja lebih mementingkan jam kerja daripada waktu yang senggang. Sehingga jika tingkat upah meningkat (dari W0 ke W1 dan W2) pekerja akan menambah jam kerja yang ditawarkan. Tetapi sampai keadaan tertentu, saat ia merasa tingkat upah yang diperoleh sudah mencukupi kebutuhannya, pekerja akan lebih mementingkan waktu senggang. Sehingga walaupun tingkat upah naik, ia tidak akan menambah jam kerja bahkan cenderung menguranginya.

Kurva penawaran terbalik (backward bending supply curve)

Kurva penawaran terbalik (backward bending supply curve)

Demikianlah penjelasan singkat tentang Pengertian Pasar Input Tenaga Kerja dari admin tongkis.com, semoga bermanfaat. [ts]

Pengertian Pasar Input Tenaga Kerja | admin | 4.5