Tahap Perkembangan Kota dan Sejarah Pertumbuhan Kota

Tahap Perkembangan Kota dan Sejarah Pertumbuhan Kota – Sebelum kita melihat tahap perkembangan kota, ada baiknya kita ketahui dulu bagaimana sejarah perumbuhan kota.

Sejarah pertumbuhan kota

Kota-kota yang terdapat di negara kita tumbuh dan berkembang berdasarkan latar belakang atau sejarah masing-masing. Berikut sejarah pertumbuhan kota ditinjau dari asal berkembangnya.

1) Kota pusat perdagangan

Kota-kota yang berkembang sebagai pusat perdagangan, biasanya terletak di tepi pantai atau jalur pelayaran dan tempat persinggahan kapal-kapal dari wilayah atau negara lain yang sedang melakukan perjalanan atau bertransaksi jual beli barang-barang niaga. Kota jenis ini merupakan kota pelabuhan yang ramai, serta memiliki fasilitas sosial yang lengkap. Kota-kota di Indonesia yang perkembangannya dari pusat perdagangan, antara lain Surabaya, Medan, dan Cirebon.Tahap Perkembangan Kota

2) Kota pusat administrasi

Beberapa kota berkembang berdasarkan sejarah sebagai pusat kerajaan/pemerintahan. Misalnya, kota Palembang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat Kerajaan Mataram, Jakarta sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia serta kota-kota lain yang merupakan ibu kota provinsi, kota madya atau kabupaten.

3) Kota pusat pertambangan

Persebaran sumber daya alam baik yang bersifat organik maupun anorganik banyak ditemukan di beberapa tempat di wilayah Indonesia. Lokasi penemuan bahan tambang memberikan pengaruh terhadap gejala pemusatan penduduk sebagai tenaga kerja. Pemusatan penduduk berarti menuntut pemenuhan fasilitas yang diperlukan yang menjadikan daerah pertambangan tersebut berkembang menjadi desa dan jika perkembangannya pesat akan menjadi wilayah kota. Sebagai contoh adalah kota Cepu, Cilacap, Sawahlunto, Tanjung Enim, Plaju, Dumai, Bangka, dan Belitung.

4) Kota pusat perkebunan

Banyak wilayah di Indonesia memiliki tanah luas, subur, dan iklim yang baik untuk usaha perkebunan sehingga banyak didatangi penduduk untuk mengusahakan perkebunan. Jika wilayah tersebut banyak menghasilkan komoditi, daerah itu akan menjadi pemusatan penduduk yang selanjutnya akan berkembang menjadi wilayah kota. Kota jenis ini, antara lain, Bogor, Lampung, Bengkulu, Palembang, dan Jambi.

Tahap Perkembangan Kota

Tahap perkembangan kota berdasarkan bentuk dan persebaran bangunan dibedakan menjadi empat.

  1. Stadia Infantile, yaitu tidak ada pemisah antara toko dan rumah.
  2. Stadia Juvenile, yaitu ada pemisah antara toko dan rumah, bentuk rumah kuno diganti menjadi rumah baru.
  3. Stadia Mature, yaitu timbulnya area-area baru, seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, serta perumahan-perumahan yang sudah diatur penyusunannya.
  4. Stadia Sinile, yaitu kemunduran pada zona masing-masing karena kurangnya pemeliharaan.

Tahap perkembangan kota berdasarkan kualitas perkembangan masyarakatnya dibedakan menjadi enam.

  1. Tahap eopolis, yaitu desa yang sudah teratur ditandai dengan memperlihatkan ciri-ciri perkotaan yang merupakan peralihan kehidupan tradisional ke arah kehidupan kota.
  2. Tahap polis, yaitu daerah kota yang masih bercirikan sifat-sifat agraris atau masih ada pengaruh kehidupan agraris.
  3. Tahap metropolis, yaitu ditandai oleh sebagian besar orientasi kehidupan ekonomi penduduknya mengarah ke sektor industri.
  4. Tahap megalopolis, yaitu suatu wilayah perkotaan yang ukurannya sangat besar, terdiri dari beberapa kota membentuk jalur perkotaan.
  5. Tahap tiranopolis, yaitu kehidupan kota dikuasai oleh tirani, kemacetan, kejahatan, kriminalitas maupun kekacauan pelayanan sehingga kehidupan sulit dikendalikan.
  6. Tahap nekropolis, yaitu perkembangan kota yang menuju ke arah kematiannya.

Sistem penggolongan kota berdasarkan gejala pemusatan penduduk dibuat oleh C. Doxiadis dan N.R. Saxena.

Baca :

Menurut Doxiadis, jumlah batas minimal penduduk kota tiap tahapan kota dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel. Jumlah Minimal Penduduk Kota

Jumlah Minimal Penduduk Kota

Menurut N.R. Saxena, tahapan pemusatan penduduk kota sebagai berikut.

  1. Infant town dengan jumlah penduduk 5.000 – 10.000 orang.
  2. Township yang terdiri atas adolescent township, mature township, dan specialized township dengan jumlah penduduk antara 10.000 – 50.000.
  3. Township city yang terdiri atas adolescent town, mature town, dan specialized city dengan jumlah penduduk antara 100.000 – 1.000.000 orang.

Tabel. Batas Minimal Penduduk Kota di Beberapa Negara

Batas Minimal Penduduk Kota di Beberapa NegaraPemerintah Indonesia membuat penggolongan kota berdasarkan jumlah penduduk.

  1. Kota kecil, jumlah penduduk 20.000 – 50.000 orang. Contoh: Padang Panjang (32.104 orang).
  2. Kota sedang, jumlah penduduk 50.000 – 100.000 orang. Contoh: Bukittinggi (71.093 orang), Sibolga (71.559 orang), Mojokerto (96.626 orang), dan Palangkaraya (99.693 orang).
  3. Kota besar, jumlah penduduk 100.000 – 1.000.000 orang. Contoh: Cirebon (244.906 orang), Pontianak (387.441 orang), dan Banjarmasin (649.766 orang).
  4. Kota metropolis, jumlah penduduk di atas 1.000.000 orang. Contoh: Medan (1.685.272 orang, Bandung (2.025.157 orang), dan Jakarta (8.225.515 orang).

Demikianlah info Tahap Perkembangan Kota dan Sejarah Pertumbuhan Kota dari admin tongkis.com, semoga bermanfaat. [ts]

Tahap Perkembangan Kota dan Sejarah Pertumbuhan Kota | admin | 4.5